Virtual Reality: Sebuah Upaya Membuat Dunia Imajinasi Terasa Nyata

TEMPO.CO, Jakarta – Manusia tak henti-hentinya berinovasi untuk menciptakan teknologi guna mempermudah kehidupannya. Kini, upaya manusia untuk berinovasi tidak hanya sekadar mempermudah hidupnya semata, tetapi mampu menciptakan dunia virtualnya sendiri. Virtual Reality (VR), sesuai dengan namanya, adalah teknologi hasil dari upaya inovasi manusia yang mampu menghadirkan sebuah dunia virtual.

Dilansir dari Britannica, VR adalah penggunaan pemodelan dan simulasi komputer yang memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan tiga dimensi buatan. Guna memungkinkan terjadinya interaksi, VR dilengkapi dengan fitur sensor. Dalam praktiknya, pengguna VR biasanya dilengkapi dengan berbagai peralatan, seperti kacamata, headset, sarung tangan, hingga baju khusus. Berbagai peralatan tersebut memungkinkan pengguna VR mengirimkan sensor ke dalam dunia virtual sehingga terjadi interaksi timbal balik antara pengguna VR dengan dunia virtual.

Teknologi sensor yang disematkan kepada VR tersebut membuat pengguna VR benar-benar merasa bahwa ia berada di dalam dunia virtual tersebut. Berbagai gerakan yang dilakukan oleh pengguna VR akan direkam secara sempurna oleh sensor VR dan ditransmisikan ke dalam dunia virtual. Oleh karenanya, pengguna VR dapat bergerak bebas di dunia virtual sebagaimana ia bergerak di dunia nyata.

Sensasi nyata dalam penggunaan VR itu disebut sebagai immersion. Melansir dari laman resmi School of Computer Science BINUS University, jenis immersion dibagi menjadi tiga, yakni:

Berbagai jenis immersion yang dihadirkan oleh VR tersebut membuat dunia virtual benar-benar terasa seperti dunia nyata.

Meskipun demikian, penggunaan VR juga membawa efek samping. Salah satu efek samping yang mungkin timbul karena VR adalah cybersickness. Dilansir dari laman resmi School of Computer Science BINUS University, cybersickness adalah gangguan ketegangan mata dan kepala pusing yang diakibatkan oleh penggunaan VR berlebih. Akibat gejala tersebut, pengguna VR menjadi sulit untuk membedakan dunia virtual dan dunia nyata. Cara untuk mencegah terjadinya cybersickness adalah dengan mengurangi jam pemakaian VR.

Meskipun memiliki beberapa efek samping, Virtual Reality juga hadir dengan segudang manfaat. VR telah dimanfaatkan untuk beberapa hal, seperti tes mengemudi virtual dan wisata virtual. Orang yang mengincar lisensi mengemudi tak perlu khawatir menabrak lagi dengan hadirnya VR. Kegiatan wisata pun juga tidak melulu keluar rumah dengan hadirnya VR.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Virtual Reality merupakan teknologi yang membuat dunia virtual terasa nyata dengan berbagai fiturnya. Telah diterapkan antara lain di wisata virtual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.