Marah Jangan Dipendam, Kendalikan dan Salurkan dengan Cara yang Tepat

Setiap orang punya cara berbeda dalam menunjukkan marah. Ada yang meledak-ledak, ada yang diam, dan ada pula yang dapat menyampaikan amarah dengan elegan.

Jika ada yang bilang menahan amarah, itu keliru. Yang tepat adalah mengendalikan dan menyalurkannya dengan tepat. Mengutip laman Healthline, jika seseorang menekan rasa marah, maka sadar atau tidak bisa mengakibatkan masalah kesehatan mental dan fisik.

Seperti ada sesuatu yang meledak-ledak di dalam diri namun tidak tertunaikan. Kondisi ini dapat memicu kecemasan, depresi, masalah tidur, ketegangan dan nyeri pada otot. Jadi, penting untuk mengekspresikan kemarahan dengan cara yang proporsional dengan tahapan berikut.

Tentu kamu harus menyadari situasi di sekelilingmu. Kamu tidak ingin terlihat kekanak-kanakan dengan mengumbar kemarahan dengan berteriak di depan orang banyak lalu memicu pertengkaran. Tidak juga merusak segala benda yang ada di sekitarmu. Ketika berada di ruang publik, misalkan kantor, maka kamu bisa diam dulu untuk mencerna situasinya. Intinya, hindari reaksi ekstrem yang akan merugikan diri.

Jika tak mampu menguasai situasi, menyingkirlah dari keramaian dan bicara dengan diri sendiri. Saat kamu sendiri, lakukan apa yang dapat melegakanmu. Ada orang yang berteriak dengan ditutup bantal, meninju bantal, menangis, atau mungkin menulis.

Meditasi seolah mengajak kita berhadapan dengan diri sendiri, termasuk rasa marah tadi, kemudian bicara satu sama lain. Tidak ada penghakiman, tidak memaksa amarah segera sirna, hanya menerima kondisi satu sama lain. Belajar mengelola emosi bisa membuat tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak.

NATHASYA ESTRELLA

Saat seseorang menekan rasa marah, maka sadar atau tidak bisa mengakibatkan masalah kesehatan mental dan fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.