Maksimalkan Pelabuhan Panjang, Menhub: Pangkas Waktu 1 Jam dari Bakauheni ke Bandar Lampung

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) memaksimalkan fungsi dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Lampung, sebagai upaya memangkas waktu perjalanan pemudik. Pelabuhan yang identik dengan angkutan peti kemas itu akan terus menjadi tempat singgah kapal kapal yang mengangkut pemudik dari Pelabuhan Ciwandan. "Kami sedang memaksimalkan fungsi dari Pelabuhan Panjang, memang (Pelabuhan) Panjang lebih jauh dan ada ekspektasi dari supir yang maunya ke Bakauheni," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Minggu (7/4/2024).

"Jadi nanti kami tentukan saja nanti mana yang harus kami lakukan ke Panjang apa yang dari Bakauheni atau yang sebagian dari sini. Saya pikir kami bisa menilai nilai penumpang yang ingin ke Panjang," imbuhnya. "Jarak Pelabuhan Panjang memang lebih jauh dari Bakauheni. Namun, Panjang lebih dekat ke ibukota provinsi Lampung. "Karena ke Panjang itu berarti mengiris hampir satu jam perjalanan naik motor atau naik mobil. Nah ini sangat positif, Semula kami ada (rute ke Panjang), tapi belum dimaksimalkan," ujar Budi Karya.

Maksimalkan Pelabuhan Panjang, Menhub: Pangkas Waktu 1 Jam dari Bakauheni ke Bandar Lampung Satlantas Polresta Bandar Lampung Kawal Pemudik Motor dari Pelabuhan Panjang Menhub Budi Karya Minta Pelabuhan Bakauheni Persingkat Waktu Bongkar Muat

Breaking News Menhub Tinjau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Polresta Bandar Lampung Kawal Pemudik Motor di Pelabuhan Panjang Perbedaan Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni Menurut Pemudik

21 Persen Pemudik Belum Kembali ke Pulau Jawa dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Menhub Puji Sistem Pelabuhan Bakauheni Hadapi Arus Mudik Lebih Baik dari Merak "Bahkan saya sedang mencari kapal yang bisa ideasi untuk menambah pergerakan dari Merak ke Bakauheni," jelasnya.

Segala upaya dilakukan demi memperlancar arus mudik lebaran 2024 di Pelabuhan Merak. Terbaru, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama dengan Polda Banten, telah mengambil tindakan tegas untuk melarang kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) untuk menyeberang ke Pulau Sumatera. Budi Karya menegaskan bahwa kendaraan ODOL tak akan diizinkan berangkat, meskipun membawa sembako.

"Tadi kami ada kesepakatan dengan Kapolda (Banten Irjen Pol Abdul Karim) ada law enforcement yang harus kami lakukan," kata Budi Karya. "Kalau selama ini kami mentolerir beberapa ODOL, kami memang ada kata kata sembako, tapi kalau sembako itu ODOL, kami terpaksa tidak bisa ke jalan, karena dia melanggar. Jadi semua ODOL itu tidak terkecuali Pak Kapolda," tegasnya. Budi Karya pun mengatakan bahwa truk truk berbadan besar dan kelebihan muatan itu mengganggu arus mudik lebaran.

Lebih lanjut, Menteri berusia 67 tahun itu mengimbau para supir truk truk besar itu bisa menaati peraturan yang berlaku. "Saya sampaikan pada sopir sopir dan pemilik agar mentaati itu, ini masih ada tiga hari (menuju Lebaran)," tutur Budi. "Kami akan tinggalkan mereka untuk tidak jalan karena mereka mengganggu perjalanan mudik ini," paparnya.

Kapal dari Pelabuhan Merak Hanya Turunkan Penumpang di Bakauheni, Tidak Bongkar Muat Bertepatan dengan H 3 Idul Fitri 1445 H, kapal Ferry dari pelabuhan Merak hanya akan melakukan penurunan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Kebijakan tersebut ditarik usai rapat koordinasi antara Menko PMK, Menteri Perhubungan, Kapolda Banten, serta pemangku kepentingan terkait.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, saat melakukan pengecekan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Minggu (7/4/2024). Sementara untuk kapal yang melakukan bongkar muat hanya akan dilakukan pada Pelabuhan Ciwandan Bakauheni atau Pelabuhan Ciwandan Panjang, Bandarlampung. "Pertama, jadi kami akan mengambil kebijakan untuk sekarang ini, di samping akan kami lihat perkembangan, nanti kapal dari Merak ke Bakauheni itu hanya ngedrop penumpang, semuanya dan langsung kembali ke Merak untuk mengangkut penumpang," kata Muhadjir.

"Jadi tidak ada lagi skema 7 3 atau 4 3, enggak, pokoknya sebalik. Kemudian untuk yang membongkar dan muat, itu hanya dari Ciwandan ke Bakauheni atau ke Panjang," jelasnya. Kendati demikian, Muhadjir mengatakan bahwa kebijakan itu tidak kaku dan akan situasional. Kebijakan tersebut diambil karena lonjakan penumpang yang sangat drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Tentu saja ini akan kami lihat nanti perkembangannya, karena mengingat, mengantisipasi situasi yang telah sekarang perkembangannya. "Karena angka penyeberangan ini mengalami kenaikan yang sangat drastis, tadi Pak Dirjen melaporkan, berapa Pak Dirjen? 65 Persen," ucap Muhadjir. "Pak Kapolda (Banten) melaporkan ada kenaikan 65 persen. Tentu saja ini di dalam pelayanan kami pasti akan ada perubahan. Jadi jangan dibanding misalnya dengan tahun lalu, karena tahun lalu itu jumlahnya tidak sebanyak sekarang," imbuhnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam (periode 6 April 2024 hingga pukul 23.59 WIB) atau H 4, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 44 unit kapal. Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 150.690 orang atau naik 16 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 129.886 orang. Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 16.881 unit atau naik 23 persen dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 11.724 unit.

Kendaraan roda empat mencapai 17.511 unit atau naik 10 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.895 unit. Total seluruh kendaraan tercatat 36.766 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H 4 atau naik 15 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 31.934 unit. Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H 4 berjumlah 150.690 orang. Jumlah ini naik 16 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 129.866 orang.

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) memaksimalkan fungsi dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Lampung, sebagai upaya memangkas waktu perjalanan pemudik. Pelabuhan yang identik dengan angkutan peti kemas itu akan terus menjadi tempat singgah kapal kapal yang mengangkut pemudik dari Pelabuhan Ciwandan. "Kami sedang memaksimalkan fungsi dari Pelabuhan Panjang, memang (Pelabuhan) Panjang lebih jauh dan ada ekspektasi dari supir…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *