Eijkman: Vaksin Merah Putih Akan Diuji ke Virus Varian Delta

Pengembangan Vaksin Merah Putih masih terus berjalan. Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, memastikan yang akan diproduksi lembaganya nanti akan diuji ke berbagai varian Covid-19.

Jadi, kata Amin, antibodi yang dibentuk setelah seseorang disuntik vaksin Merah Putih akan diuji termasuk ke Covid-19 varian Delta. “Nantinya sih bisa demikian, tapi enggak cuma varian Delta, termasuk varian lainnya,” ujar dia saat dihubungi, Minggu 1 Agustus 2021.

Menurut Amin yang adalah Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), pengujian itu diperlukan untuk melihat angka efikasi atau tingkat khasiat vaksin.

LBM Eijkman merupakan salah satu dari tujuh lembaga yang mengembangkan vaksin Covid-19 di tanah air. Lembaga atau institusi lainnya adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Selain itu, Amin melanjutkan, LBM Eijkman akan belajar dari pengalaman berbagai pihak yang sudah mengembangkan vaksin. Dia dan tim di LBM Eijkman mengaku tentu akan memperhatikan tahapannya, termasuk pengujian-pengujian yang perlu dilakukan.

“Tentu vaksin yang sudah ada itu menjadi benchmark ya bagi kita semua. Baik dari efikasinya maupun dari efektivitasnya,” tutur peraih Ph.D Immunogenetic dari Jepang itu..

Sebelumnya, Amin menjelaskan, vaksin Merah Putih sudah masuk dalam proses transisi dari laboratorium ke industri, PT Bio Farma. Proses optimasi sedang dilakukan di mana yield atau perolehan dari bibit vaksin itu menjadi sebanyak dan setinggi mungkin. “Tujuannya, proses industri bisa berjalan lebih efisien.”

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman memastikan akan menguji Vaksin Merah putih yang diproduksinya ke berbagai varian Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.