Cara Melapisi Dinding Semen Ekspos Yang Rapi dan Anti Debu

Dinding semen ekspos adalah lapisan dinding yang tidak diberi cat dan menonjolkan semen saja. Hal ini berarti permukaan tembok jadi kasar dan ada peluang semen berjatuhan dan menimbulkan debu. Oleh karena itu, ada cara untuk melapisinya tanpa harus memakai plamir atau cat pelapis dinding. Dengan demikian estetika semen ekspos tetap bisa dinikmati tapi dengan lapisan pelindung yang aman dan bebas debu. 

Tips Hadirkan Dinding Semen Ekspos Tanpa Debu 

Dinding semen menonjolkan warna abu-abu yang mendekati warna alami yang dingin.Dinding seperti ini juga dikaitkan dengan gaya industrial yang ristic. Anda bisa memberikan lapisan transparan untuk menonjolkan media semen tapi sekaligus memiliki proteksi dari debu atau kotoran. Berikut adalah cara memberikan lapisan dinding semen ekspos yang bisa Anda lakukan sendiri. 

1. Basahi Batu Bata

Anda akan memplester dinding dengan semen saja. Agar dinding semen tidak retak dan lebih rapi maka perhatikan material bata agar cukup lembab dan tidak menarik campuran air pada campurannya. Anda bisa memakai semen mortar yang memiliki daya rekat yang kuat dan memberikan hasil lapisan yang halus dan juga rapi. 

Sebelumnya,basahi material bata dengan air sebelum Anda mulai memplesternya. Anda tidak perlu merendamnya, cukup memercikan air saja. Dengan demikian proses plester akan lebih mudah dilakukan. Selain itu, semen akan lebih merekat dan menempel dengan kokoh. 

2. Adukan Plester Dinding 

Untuk mendapat tampilan dinding semen ekspos yang atraktif, proses plester perlu diperhatikan. Anda perlu mengaplikasikan campuran semen dan pasir yang rata dan pas. Plesteran memakai adukan semen dan pasir. Kunci hasil plester yang halus adalah memastikan tidak ada kerikil di pasir, atau setidaknya coba untuk diminimalisir dengan mengayaknya sebelum dipakai. 

Untuk hasil optimal, Anda dapat membuat bahan plesteran dengan perbandingan semen 1 dan pasir 3 atau dengan hitungan 1:4. Setelah diukur dengan tepat, Anda tinggal mengaduknya sampai rata. Lakukan sedikit demi sedikit dengan memberikan tambahan udara. Jadi, plester siap dipakai dan hasilnya bisa rata dan juga licin. 

3. Aplikasi Plester

Setelah adukan plester siap, Anda tinggal mengaplikasikannya pada dinding. Anda bisa membuat ketebalan plester antara 1 atau 2 cm saja. Intinya adalah membuat lapisan yang tipis saja. Kalau adonan dibuat dengan tepat tentu hasil aplikasi plester akan bagus dan menempel dengan optimal. 

Anda perlu memastikan lapisan plester rata pada keseluruhan dinding, tidak ada bagian yang menggumpal atau tidak rata. Kalau ingin pengerjaan yang pasti bagus bisa meminta bantuan tenaga tukang profesional yang memang sudah sering melakukan plesteran. 

4. Biarkan Mengering 

Setelah dinding diplester maka tunggu sampai mengering. Anda sudah memiliki dinding semen ekspos yang menonjolkan lapisan semen yang berwarna abu-abu dan sedikit kasar. Untuk bisa melapisinya, Anda perlu menunggu sampai lapisan plester benar-benar kering secara sempurna. 

5. Lapisan Transparan

Anda sudah hampir selesai dalam membuat dinding semen yang atraktif. Tinggal tahap penyelesaian yang berupa lapisan transparan sehingga tidak menutupi semennya. Anda bisa memakai Cairan lapisan untuk dinding beton, semen fiber finishing beton dan lain sebagainya. 

Pada dasarnya, Anda hanya perlu memberikan lapisan tambahan untuk mempertahankan elemen semen dan menjaganya dari kotoran atau debu dalam waktu yang bersamaan. 

Itulah tata cara menerapkan dinding semen ekspos dengan lapisan penguat yang bisa Anda terapkan di rumah sendiri. Lakukan dengan material berkualitas seperti semen mortar dari SCG yang memiliki kekuatan rekat handal dan bisa dipercaya. Anda bisa mengunjungi situs resminya di https://scgcbm.id/ untuk melihat berbagai produk material bangunan lainnya yang bisa dipakai untuk membangun dinding yang baik dan kokoh. 

 

Dinding semen ekspos adalah lapisan dinding yang tidak diberi cat dan menonjolkan semen saja. Hal ini berarti permukaan tembok jadi kasar dan ada peluang semen berjatuhan dan menimbulkan debu. Oleh karena itu, ada cara untuk melapisinya tanpa harus memakai plamir atau cat pelapis dinding. Dengan demikian estetika semen ekspos tetap bisa dinikmati tapi dengan lapisan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *